18 Agt 2014

pusaka tua golok langlangbuana


PUSAKA TINDIH

UNTUK NETRALISIR AURA NEGATIF  KERIS  YG LAIN

KONDISI
Tua,utuh,wingit
perhatikan wilah dan auranya
silakan disawang dan rasakan energinya
“Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”.
                               
Maskawin RP 2.500.000 dimusyawarahkan
Bapak / Ibu berminat dengan pusaka wedung ini silakan telpon / sms  02199977267
salam hormat 
Terima kasih

Nilai positif   
pusaka tindih adalah dapat meredam perilaku negatif dari keris-keris dan benda gaib lain atau serangan dari luar yg tak kasat. Bila mengalami gangguan dari koleksi keris atau benda-benda gaib koleksi , misalnya keris  suka membuat suara-suara aneh, atau menyimpan keris yang sifatnya energinya keras , maka keberadaan keris tindih ini dapat membantu mengendalikan perilaku negatif keris-keris anda tersebut.

wassalam
Dari berbagai sumber









































Fakta Keberadaan Makhluk Halus

Menurut ajaran agama atau kepercayaan apapun, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terakhir, karena alam semesta beserta isinya termasuk binatang dan makhluk halus sudah diciptakan jauh-jauh sebelumnya. Dengan dasar tersebut, maka makhluk halus atau makhluk gaib jumlahnya jauh lebih banyak daripada manusia, dan mereka menempati suatu dimensi yang berbeda dimana manusia tidak bisa melihatnya dengan panca indra, sehingga mereka berpeluang lebih mudah untuk mengganggu atau menggoda manusia.

Manusia tidak akan bisa melihat penampakan makhluk halus dengan mata, kecuali dengan indera halus juga, yaitu dengan hati atau batin kita. Jika secara kebetulan kita pernah melihat makhluk halus secara langsung (bukan di TV) dengan mata kita, itu sesungguhnya hati kitalah yang telah melihatnya, yaitu disaat hati kita sedang aktif. Padahal sesungguhnya hati kita terus aktif 24 jam, tetapi karena kita tidak pernah memperhatikan batin kita maka kita merasakan bahwa batin kita tidak aktif.
Dan hati kita hanya akan aktif jika kita sering melatih di dalam aktivitas kita sehari-hari disertai dengan hati atau batin. Agar batin kita bisa aktif secara otomatis, kita harus rajin memperhatikannya. Jika batin kita sering diperhatikan, maka dia akan selalu andil dalam segala aktivitas kita, misalnya hati akan selalu mengingatkan jika ada kesalahan pada diri kita. Contoh lain, jika kita melihat hantu yang secara tidak sengaja seperti tadi, itu sebenarnya batin kita sedang andil memberikan informasi tentang sosok hantu di depan kita. Jadi bukannya raga kita saja yang aktif, tetapi batin kita juga aktif. Ini sebuah gambaran kecil tentang peranan hati atau batin dalam kehidupan kita, tentang peranan batin yang sesungguhnya teramat besar dan luas, dan saya tidak mampu menjelaskannya.

Bagi yang beragama Islam salah satu cara paling efektif untuk melatih hati agar aktif dalam kehidupan sehari-hari adalah membiasakan diri berdzikir (mengingat) kepada Allah dengan menatap batin kita dalam 24 jam, bahkan ketika tidurpun hati akan terus berdzikir secara otomatis jika sudah terbiasa.

Fakta Adanya Makhluk Halus di Dalam Tubuh Manusia
Di dalam tubuh manusia terdapat banyak makhluk halus atau hantu yang bersemayam, hanya saja kita tidak tahu atau tidak bisa melihatnya, jadi kita tidak merasa ketakutan. Akan tetapi kita lebih takut kepada hantu yang berada diluar tubuh kita, misalnya hantu yang kita lihat di depan sana atau di bawah pohon itu. Padahal di dalam tubuh kita sendiri terdapat banyak hantu yang sedang bersembunyi disitu, dan hantu yang bersemayam di tubuh kita sama jeleknya dengan hantu-hantu yang berkeliaran di mana-mana.

Manusia sendiri adalah makhluk halus yang sedang bersemayam di dalam raga kita, salah satunya adalah sukma kita sendiri yang kadangkala bermimpi, dan yang sedang bermimpi itulah sukma kita, selain petugas-petugas halus lain yang disertakan oleh Allah untuk kita.

Pernahkan anda berubah sifat? Dulu pendiam sekarang pemarah. Dulu pemalu sekarang tidak punya malu. Dulu rajin sekarang pemalas. Dulu jujur sekarang suka berbohong. Itulah dampak dari keberadaan makhluk halus yang bersemayam dalam tubuh kita, dia membawa pengaruh kuat dan mengendalikan pikiran kita. Dampak negatif yang paling kuat adalah mudah tertarik dengan lawan jenis. Inilah godaan terkuat hantu penyusup ini dan manusia tidak merasa bahwa telah digoda hantu atau setan ini.

Bagaimana cara mengatasinya? Mudah tapi sulit. Mudah, karena hanya dengan melihat makhluk halus itu saja, dia akan langsung pergi seketika. Sulit, karena kita tidak tahu bagaimana caranya melihat makhluk halus yang sedang bersembunyi di dalam tubuh kita.

Inilah yang sedang kita kupas bersama agar kita tidak dikendalikan oleh hantu. Dalam arti kita berusaha menyingkirkan makhluk halus yang dari luar, jadi bukan makhluk halus yang perangkat dari sukma kita sendiri yang dalam bahasa jawa lazim disebut Sedulur Papat Limo Pancer Anem Nyowo Pitu Sukmo, kalau yang itu diri kita sendiri, jadi gak bisa diusir.

Jadi hantu yang dari luar itulah yang kita suruh pergi, yaitu hantu beneran yang wajahnya jelek. Nah, sekarang marilah kita mencoba praktek mengusir hantu dari tubuh kita. Prinsipnya, jika hantu itu terlihat oleh kita, maka dia akan langsung pergi. Mudah tapi sulit bukan?

Pertama
Ketika berangkat tidur, berbaringlah yang santai, jangan ada bagian tubuh yang tertindih, pokoknya tubuh harus posisi fresh, tidak kaku. Dengan niat berserah diri kepada Allah.

Kedua
Bacalah dalam hati "Ya Allah, saya mohon petunjuk" itu saja, jangan terlalu panjang doanya karena nanti pikiran kita lari ke masalah permintaan yang lain.

Ketiga
Perhatikan titik tepat dua jari dibawah pusar dengan membaca Laa Illaha Ilalloh terus menerus dalam hati sampai rasa kantuk tiba, dan biasanya butuh waktu satu atau dua jam anda akan merasakan perpindahan alam, maka anda harus tetap tenang berdzikir kepada Allah, kemudian anda akan merasakan nyawa anda seperti dicabut, dan setelah itu lihatlah siapa yang keluar. Pada tahap ini anda akan percaya ternyata selama ini ada hantu yang telah lama bersemayam di dalam tubuh kita. Anda akan melihat sosok makhluk asing yang dicabut oleh Allah dari tubuh anda. Biasanya anda akan terbangun dari alam dzikir karena kuatnya getaran saat dicabutnya hantu dari tubuh anda.

Lakukanlah hal ini sesering mungkin, kalau bisa tiap menjelang tidur, karena masih ada hantu-hantu lain yang belum terlihat oleh kita karena berbeda dimensi lebih tinggi dari hantu sebelumnya. Anda juga akan melihat hantu baru yang hendak masuk, atau hantu yang berlalu lalang di sekitar anda tidur. Terkadang, anda akan melihat suasana diluar rumah saat anda tidur. Selain mengusir hantu agar pergi dari tubuh kita, yang lebih penting lagi adalah kebiasaan ini akan membuat kita semakin merasakan kedekatan kita dengan Allah SWT, dan itulah nikmat yang tidak bisa diperjualbelikan.

Allah akan memberikan petunjuk kepada siapapun yang memohon petunjuk, termasuk kita semua. Cerita diatas hanya akan terwujud jika Allah mengabulkan, dan jika Allah belum mengabulkan maka kita diwajibkan terus memohon dan terus memohon petunjuk sampai kapanpun.

Tempat-Tempat Menjalankan Laku Prihatin di Tanah Jawa


Lelaku, atau melakukan perjalanan spiritual, menapaktilasi jejak para leluhur, adalah satu kegiatan yang lazim dilakukan para spiritualis di Tanah Jawa. Dalam tulisan ini, ijinkan saya untuk berbagi cerita dan infromasi, tentang tempat-tempat yang telah saya datangi dalam rangka lelaku tersebut.

Petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro
Petilasan dalam bentuk makam ini, berada di lembah dua gunung yang berdampingan, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tepatnya, ia berada di Selo, termasuk Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Menuju tempat ini, bisa melalui Boyololali, dari arah Cempaga, atau masuk dari Kabupaten Magelang, tepatnya dari Wekas (Kaponan / Magelang).
Raja-raja Mataram, hingga Raja-raja dari Keraton Jogja, sering menjadikan petilasan ini sebagai tempat bertapa.
Ki Ageng Kebo Kanigoro adalah putra dari Adipati Pengging, yang menikah dengan Retno Pembayun, putri dari Prabu Brawijaya V. Beliau adalah kakak dari Ki Ageng Kebo Kenongo. Karena kegemarannya mencari ilmu kesejatian, beliau meninggalkan Kraton Pengging, dan lebih suka mengembara.

Hal menarik yang terekam di benak saya adalah, betapa indahnya tempat ini. Petilasan ini dikelilingi pohon-pohon besar. Tanahnya hijau berlumut..laksana dilapisi karpet hijau nan indah. Suasananya sungguh membuat hati tergetar, sekaligus damai. Apalagi jika kita berada di sana, saat kabut turun. Wow…sungguh menakjubkan.

Petilasan Pengging
Di Desa Pengging, Kec. Banyudono, kita bisa menemukan beberapa petilasan leluhur dari Kraton Pengging yang saling berdekatan. Yang pernah saya kunjungi adalah satu komplek makam, di sana terdapat makam Eyang Pengging Sepuh, Eyang Retno Pembayun, dan Ki Ageng Kebo Kanigoro. Tentu saja, bukan makam sebenarnya, hanya sebuah tanda/petilasan, tempat kita bisa sowan pada beliau-beliau. Tak jauh dari situ, kita bisa temukan makam Ki Ageng Kebo Kenongo, yang menyatu dengan makam umum.
Di samping makam, di Desa Pengging, kita bisa menemukan beberapa tuk, atau mata air, tempat kita bisa kungkum, berendam, atau sekadar menikmati segarnya air di situ untuk membasuh muka dan badan.

Petilasan Ki Ageng Tarub
Ki Ageng Tarub adalah leluhur yang menurunkan raja-raja Jawa. Letak makam beliau adalah di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Satu komplek dengan makam beliau, terdapat makam Raden Mas Bondan Kejawan atau disebut juga dengan Ki Lembu Peteng yang di berijulukan juga sebagai Ki Ageng Tarub II beliau Putra dari Raja Majapahit Maha Prabu Brawijaya V yang menjadi murid sekaligus putra menantu Ki Ageng Tarub. Eyang Bondan Kejawan ini menikah dengan Dewi Nawang Sih, putri Ki Ageng Tarub dari pernikahannya dengan Dewi Nawang Wulan.

Lebih jelas, sejarah singkat beliau adalah sebagai berikut: Ki Ageng Tarub adalah nama lain dari Jaka Tarub, yang bersahabat dengan Prabu Brawijaya V raja Majapahit. Pada suatu hari Prabu Brawijaya V mengirimkan keris pusaka Kyai Mahesa Nular supaya dirawat oleh Ki Ageng Tarub.

Utusan Prabu Brawijaya V yang menyampaikan keris tersebut bernama Ki Buyut Masahar dan Bondan Kejawan, anak angkatnya. Ki Ageng Tarub mengetahui kalau Bondan Kejawan sebenarnya putra kandung Prabu Brawijaya V. Maka, pemuda itu pun diminta agar tinggal bersama di desa Tarub.

Sejak saat itu Bondan Kejawan menjadi anak angkat Ki Ageng Tarub, dan diganti namanya menjadi Lembu Peteng. Ketika Nawangsih tumbuh dewasa, keduanya pun dinikahkan.

Setelah Jaka Tarub meninggal dunia, Lembu Peteng alias Bondan Kejawan menggantikannya sebagai Ki Ageng Tarub yang baru. Nawangsih sendiri melahirkan seorang putra, yang setelah dewasa bernama Ki Getas Pandawa.
Ki Ageng Getas Pandawa kemudian memiliki putra bergelar Ki Ageng Sela, yang merupakan kakek buyut Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.

Petilasan Ki Ageng Selo
Makam Ki Ageng Selo, berada di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo Purwodai, persis berseberangan jalan dengan makam Ki Ageng Tarub. Ki Ageng Selo, adalah cucu dari Ki Ageng Tarub, dari putra beliau Ki Ageng Getas Pendawa. Ki Ageng Sela tercatat pernah mendaftar sebagai perwira di Kesultanan Demak. Ia berhasil membunuh seekor banteng sebagai persyaratan seleksi, namun ngeri melihat darah si banteng. Akibatnya, Sultan menolaknya masuk ketentaraan Demak. Ki Ageng Sela kemudian menyepi di desa Sela sebagai petani sekaligus guru spiritual. Ia pernah menjadi guru Jaka Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang. Ia kemudian mempersaudarakan Jaka Tingkir dengan cucu-cucunya, yaitu Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi.

Ki Ageng Sela juga pernah dikisahkan menangkap petir ketika sedang bertani. Petir itu kemudian berubah menjadi seorang kakek tua yang dipersembahkan sebagai tawanan pada Kesultanan Demak. Namun, kakek tua itu kemudian berhasil kabur dari penjara. Untuk mengenang kesaktian Ki Ageng Sela, pintu masuk Masjid Agung Demak kemudian disebut Lawang Bledheg (pintu petir), dengan dihiasi ukiran berupa ornamen tanaman berkepala binatang bergigi runcing, sebagai simbol petir yang pernah ditangkap Ki Ageng. Bahkan, sebagian masyarakatJawa sampai saat ini apabila dikejutkan bunyi petir akan segera mengatakan bahwa dirinya adalah cucu Ki Ageng Sela, dengan harapan petir tidak akan menyambarnya.

Ki Ageng Sela juga berkaitan dengan asal-usul pusaka Mataram yang bernama Bende Kyai Bicak. Dikisahkan pada suatu hari Ki Ageng Sela menggelar pertunjukan wayang dengan dalang bernama Ki Bicak. Ki Ageng jatuh hati pada istri dalang yang kebetulan ikut membantu suaminya. Maka, Ki Ageng pun membunuh Ki Bicak untuk merebut Nyi Bicak. Akan tetapi, perhatian Ki Ageng kemudian beralih pada bende milik Ki Bicak. Ia tidak jadi menikahi Nyi Bicak dan memilih mengambil bende tersebut. Bende Ki Bicak kemudian menjadi warisan turun temurun keluarga Mataram. Roh Ki Bicak dipercaya menyatu dalam bende tersebut. Apabila hendak maju perang, pasukan Matarambiasanya lebih dulu menabuh bende Ki Bicak. Bila berbunyi nyaring pertanda pihak Mataram akan menang. Tapi bila tidak berbunyi pertanda musuh yang akan menang.

Selain pusaka, Ki Ageng Sela meninggalkan warisan berupa ajaran moral yang dianut keturunannya di Mataram. Ajaran tersebut berisi larangan-larangan yang harus dipatuhi apabila ingin mendapatkan keselamatan, yang kemudian ditulis para pujangga dalam bentuk syair macapat berjudul Pepali Ki Ageng Sela.

Gua Langse
GUA Langse berada di kaki tebing pantai Parangtritis. Warga sekitar juga menyebut Gua Langse sebagai Gua Kanjeng Ratu Kidul. Gua ini sering dikunjungi oleh raja-raja Mataram. Yang paling terkenal terkait dengan gua ini, adalah kisah pertemuan antara Panembahan Senopati, pendiri Kraton Mataram, dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Dari pantai Parangtritis untuk menuju Gua Langse masih harus berjalan sekitar 3 km ke arah timur menaiki perbukitan. Sebelum menuju ke gua, di pos jaga, kita akan diminta mengisi buku tamu dan memberi donasi bagi perawatan gua. Dari sini kita masih harus berjalan kaki sekitar 750 m menyusuri jalan setapak di antara rerimbunan ladang. Kita juga bisa diantar oleh salah seorang penjaga, langsung menuju ke gua.

Sesampainya di bibir tebing atas Gua Langse, kita masih harus menuruni tebing tempat Gua Langse berada, dengan jalan turun berupa campuran antara tangga yang sudah lapuk, akar, dan tonjolan bebatuan. Ya, kita harus menaklukkan tebing dengan ketinggian 300-400 m dan nyaris tegak lurus dengan suara deburan ombak yang keras menerjang tebing dan karang-karang.

Sendang Beji
Sendang Beji terletak di Dusun Girijati, Parangrejo, Panggang, Gunung Kidul. Tempat ini dapat dicapai melalui jalan aspal yang menghubungkan Prangtritis-Panggang. Lokasi ini akan mudah dicapai dengan engikuti jalan aspal di sebelah timur parkiran bus pariwisata Pantai Parangtritis. Setelah sampai di pertigaan jalan aspal pengunjung dapat mengikuti arah ke timur (kanan)-arah ke Gua Langse.

Setelah sampai di pertigaan kampung yang mengarah ke Candi Gembirawati dan Gua Langse, pengunjung dapat mengikuti jalan ke arah Candi Gembirawati. Jika pengunjung berkendaraan, maka kendaraan harus dititipkan ke rumah penduduk setempat sebab jalan menuju lokasi Sendang Beji adalah jalan setapak dengan menembus tegalan, sawah, dan kebun. Rumah terdekat dari lokasi Sendang Beji untuk penitipan kendaraan berada di sisi selatan Candi Gembirawati.
Sendang Beji ini sekarang telah dibuatkan talud yang juga berfungsi sebagai penampung utama dari kucuran airnya. Talud yang berfungsi sebagai bak penampung ini memiliki ukuran panjang sekitar 20 meter, lebar bagian hilir 6 meter, lebar bagian hulu 13 meter. Kedalaman rata-rata dari sendang ini sekitar 0,5 meter.

Sendang ini juga dilengkapi dengan tempat peristirahatan sebanyak satu buah. Tempat peristirahatan ini kira-kira berukuran 7,5 meter X 9 meter. Kecuali itu tempat ini juga dilengkapi dengan mushala dengan ukuran kira-kira 7,5 X 12 meter. Sendang juga dilengkapi dengan kamar mandi berukuran sekitar 4 meter X 4 meter. Sedangkan bak penampungan yang berfungsi untuk membagi air berukuran sekitar 3 X 8 meter.

Keberadaan sendang ini juga dikengkapi dengan tempat pemujaan sebanyak 4 buah. Tempat pemujaan I (terletak di tengah sendang) memiliki ukuran sekitar 2 meter X 4 meter. Pemujaan di tengah sendang ini diperkeras dengan lantaikeramik warna merah dan putih. Ukuran keramik 20 cm x 20 cm. Pemujaan yang kedua (di sisi atas sendang) memiliki ukuran sekitar 2,5 meter X 5 meter. Pada tempat pemujaan kedua ini dilengkapi juga dengan arca batu setinggi kira-kira 2 meteran. Demikian pula tempat pemujaan yang ketiga (di sisi atas pemujaan yang kedua) juga dilengkapi arca batu setinggi 2 meteran. Tempat pemujaan yang ketiga ini memiliki ukuran sekitar 4 X 8 meteran. Sedangkan pemujaan yang ke-4 terletak di dinding timur tempat peristirahatan. Tempat pemujaan yang keempat ini berukuran sekitar 80 Cm X 80 Cm.

Sendang Beji di Girijati adalah tempat yang dulunya pernah digunakan mandi oleh serombongan bidadari dari Kahyangan. Karena pada zaman dulu keletakan sendang dengan air jernih yang tidak pernah kering ini berada di punggung bukit dalam lindungan hutan yang lebat, maka keletakannya menjadi disukai para bidadari. Salah satu bidadari yang mandi di sendang ini menurut sumber setempat bernama Dewi Nawangwulan (istri Jaka Tarub).

17 Agt 2014

Keris Tua Jung Isi Dunyo mataram tua


KERIS TUA LANGKA LURUS

DAPUR JALAK

PAMOR TIBAN LANGKA JUNG ISI DUNYO (ORYGINAL)


TANGGUH MATARAM TUA


Mahar rp 3.000.000 monngo dimusyawarahkan

keadaan
Tua,utuh ,anggun ,terawat,warangka cendana jawa
liat dan rasakan auranya

Bukan keris baru atau keris kamardikan


Bapak / Ibu berminat silakan telpon / sms 02199977267

salam hormat dari saya


Terima kasih